Rabu, 28 Januari 2015

Backup Data Dengan Rsync Dan Crontab

Pengertian Rsync dan Crontab
          Rsync adalah tools untuk remote copy. Software yang dirancang oleh Andrew Tridgell ini pada prinsipnya bekerja menggunakan rsync remote-update protocol (TCP) sehingga mampu untuk membackup data dalam suatu network dengan cara melakukan copy file baik dari local ke local atau dari remote ke local. Rsync dijalankan melalui rsync daemon dan menggunakan port 873. Artinya dengan Rsync terjadi sinkronisasi dari satu komputer ke komputer lain.

Beberapa fitur yang ditawarkan Rsync :
1.      Mendukung penyalinan link, device, owner, grup, dan permisi.
2.      Option exclude dan exclude-from serupa dengan GNU tar
3.      Sebuah mode CVS exclude untuk mengabaikan file-file yang sama yang akan diabaikan oleh CVS
4.       Dapat menggunakan sembarang remote shell transparan, termasuk rsh atau ssh
5.       Tidak membutuhkan root privileg
6.       Pipelining transfer file untuk meminimalkan biaya latency
7.      Dukungan bagi server rsync anonymous atau authenticated
Untuk mengetahui apakah Rsync sudah diinstal atau belum, perlu ketikkan rsync –version. Jika ternyata belum terinstal Rsync maka perlu dowload dulu baik versi tarball maupun RPM-nya.
Ada beberapa buah cara untuk menggunakan rsync :
1.      untuk menyalinkan file-file lokal. Ini dilakukan dengan tidak menggunakan tanda “:” pada path sumber dan tujuan.
2.      Untuk menyalinkan dari mesin lokal ke mesin remote dengan menggunakan program remote shell sebagai alat transpornya. Dapat dilakukan ketika path tujuan berisikan tanda pemisah “:”.
3.      untuk menyalin dari mesin remote ke mesin lokal dengan menggunakan program remote shell sebagai alat transpornya. Dapat dilakukan ketika path sumber berisikan tanda pemisah “::” atau sebuah URL rsync://.
4.      Untuk menyalinkan dari mesin lokal ke server rsync remote. Ini dilakukan dengan memberikan tanda pemisah “::” pada path tujuan.
5.      Untuk menampilkan daftar file-file pada mesin tujuan. Dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan transfer rsync kecuali anda tidak mengisikan tujuan lokal

Crontab adalah aplikasi untuk penjadwalan. Hal ini memungkinkan user melakukan eksekusi aplikasi atau script program sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Crontab menggunakan daemon Cron, konfigurasi ini terdapat pada masing-masing home direktori user, disimpan di /var/spool/cron/crontab. File crontab ada di direktori /etc/crontab. Crontab memiliki konfigurasi sebagai berikut:
Perhatikan diagram diatas tiap bagian di pisah oleh spasi. Perintahnya dimulai dari: Menit (0-59), Jam (0-23), Hari (1-31), Bulan (1-12), Minggu (0-6, 0=Minggu).
Editor Crontab Sebelum memulai aplikasi crontab, kita harus menetapkan editor text apa yang akan digunakan untuk crontab. Kali ini saya menggunakan editor teks “nano”, bagi yang lebih senang memakai “vi” atau “emacs” silahkan saja. Perintahnya adalah:  # export EDITOR = nano
Fungsi cron Di UNIX ataupun Linux penjadwalan kerja otomatis yang dilakukan oleh sistem bukan merupakan barang baru, karena kita tahu bahwa Linux ataupun UNIX merupakan sistem operasi yang multitasking dan multiuser, sehingga sangat tepat digunakan untuk menjalankan berbagai operasi yang bersifat critical mission. Secara singkat cron dijalankan dengan menggunakan perintah crontab. Crontab sendiri akan menyimpan baris-baris perintah tersebut pada direktori /var/spool/cron/crontab. Untuk dapat menjalankan crontab, pastikan bahwa sistem Linux anda telah menjalankan daemon yang bernama crond pada waktu booting. Pada dasarnya tidak ada perintah yang bernama cron, akan tetapi anda hanya menggunakan utilitas crontab dan daemon crond.
Contoh aplikasinya
crontab -e
Untuk edit file crontab, atau membuatnya jika belum ada.
Crontab -l
Menampilkan isi dari file crontab
crontab -r
Menghapus file crontab
crontab -v
Menampilkan kapan terakhir kalinya kamu mengedit file crontab tersebut
Untuk membuat schedule silahkan lakukan perintah dibawah ini. crontab -e , tekan tombol ‘i’ untuk melakukan proses insert scheduler format nya seperti ini :
* * * * * perintah_untuk_dilaksanakan, setelah selesai tekan esc lalu :wq untuk menyimpannya.

Keterangan :
bintang ke 1 : Untuk Menit 0 – 59
bintang ke 2 : Untuk Jam 0-23
bintang ke 3 : Untuk Hari 1-31
bintang ke 4 : Untuk Bulan 1-12
bintang ke 5 : Untuk Hari (senin-minggu), Senin =1

Contoh:
30 18 * * * rm /home/ram/tmp/*
artinya “Setiap jam 18.30 rm (remove) semua file di path /home/ram/tmp/”
Contoh lainnya:
30 1 2 1,8,12 * —> artinya “Setiap jam 01.30 setiap tanggal 2 Januari, 2 Agustus, dan 2 Desember”
5,10 0 12 * 2 —> artinya “Setiap jam 00.5 dan 00.10 setiap hari Selasa di tanggal 12 setiap bulannya”
0,10,20,30,40,50 * * * * -> artinya ” Setiap 10 menit sekali”
dst..



2.3. Konfigurasi Backup Otomatis dengan Rsync dan Crontab
1. Instal Rsync
Untuk menginstal Rsync di ubuntu 14.04 ,anda hanya tinggal mengetikkan perintah “ $ sudo apt-get install rsync














2. Instal Crontab
Untuk instal crontab di ubuntu 14.04 , anda cukup mengetikkan perintah “ $ sudo apt-get install cron













Setelah itu, anda ketikkan “ # crontab -e “ untuk membuat suatu penjadwalan dan setelah itu akan muncul tampilan seperti ini
Setelah itu, anda ketikkan “ 01 * * * * rsync -av /home/stikom /media “ yang artinya adalah  folder stikom yang berada di home akan di backup ke folder media dalam waktu 1 menit kedepan.
Lalu anda save dan exit
Setelah 1 menit anda dapat mengecek di folder media dan akan ada folder stikom yang sama dengan yang ada di folder home




3. Permasalahan jika tidak berhasil melakukan Backup Otomatis
Terkadang jika crontab tidak melakukan backup maupun menjalankan perintah yang telah ditulis maka ada beberapa cara untuk mengatasinya
pertama anda stop dahulu proses yang sedang berlangsung dengan mengetikkan perintah “ # /etc/init.d/cron stop
Setelah itu anda jalankan kembali prosesnya dengan mengetikkan perintah “ # /etc/init.d/cron start
Setelah itu seketika proses akan kembali berjalan sesuai dengan perintah yang telah dibuat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar